Dosen dan Mahasiswa Prodi BKPI IAIN SAS Babel Laksanakan Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 23 Sungai Selan

avatar Administrator
Administrator

94 x dilihat
Dosen dan Mahasiswa Prodi BKPI IAIN SAS Babel Laksanakan Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 23 Sungai Selan

31/07/2025. Dosen dan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Sungai Selan dengan mengadakan sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 23 Sungai Selan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Atik Rahmaniyar, M.Pd selaku dosen, mahasiswa Yuanda Safitri dan Leni yang memberikan materi kepada siswa kelas 5 SD.

Sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, aktif bertanya, serta menjawab pertanyaan dengan antusias. Bagi siswa yang berhasil menjawab dengan benar, diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Hal ini membuat suasana kelas menjadi hidup dan membangun interaksi yang hangat antara pemateri dan siswa.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenisnya, ciri siswa pelaku bully, ciri siswa korban bully, dampaknya bagi korban, dan cara mencegah serta menghentikan perilaku tersebut. Setelah sesi pemaparan, dilakukan kegiatan refleksi. Pada sesi refleksi, siswa diminta menempelkan sticky note pada gambar tubuh manusia yang ditampilkan di layar presentasi. Sticky note ditempel pada bagian yang menurut mereka pernah menjadi sasaran bullying. Banyak siswa yang memilih menempelkan pada bagian tertentu seperti kepala, muka dan tidak sedikit pula yang menempelkannya untuk mewakili hal seperti warna kulit, tinggi badan, berat badan, bahkan nama orang tua mereka yang pernah menjadi bahan ejekan. Hasilnya, hampir seluruh siswa mengaku pernah menjadi korban bullying, baik secara fisik, verbal, maupun sosial.

Atik Rahmaniyar, M.Pd selaku dosen berharap melalui sosialisasi ini, siswa menjadi lebih sadar bahwa bullying adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan kepada siapa pun. "Saya berharap setelah kegiatan ini, tidak ada lagi siswa yang melakukan bullying, karena sekarang kasus bullying semakin marak, Bahkan, akhir-akhir ini di Bangka terdapat kasus seorang siswa yang menjadi korban bullying, dan perundungan tersebut berdampak begitu serius hingga menyebabkan korban meninggal dunia. maka dari itu kasus Ini harus menjadi perhatian kita semua agar tidak semakin parah".

Senada dengan itu,  Yuanda Safitri dan Leni juga menyampaikan harapannya agar siswa lebih berani berbicara jika mengalami atau melihat bullying di sekitar mereka. “mereka berharap siswa bisa saling menghargai, tidak mengejek fisik atau kondisi teman, dan berani melapor ke guru jika melihat teman dibully. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman,” ungkap Leni.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang kuat kepada siswa sejak dini mengenai bahaya bullying, serta menumbuhkan rasa empati dan keberanian untuk saling melindungi. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, siswa dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun. (Yuanda)